<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Stovena's Weblog</title>
	<atom:link href="http://stovena.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://stovena.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Aug 2008 08:26:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on TUHAN DAN NASIB by Wendi Johanes</title>
		<link>http://stovena.wordpress.com/2008/07/09/tuhan-dan-nasib/#comment-6</link>
		<dc:creator>Wendi Johanes</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 08:26:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://stovena.wordpress.com/?p=7#comment-6</guid>
		<description>Saya percaya bahwa nasib manusia ada di tangan kita sendiri. Saya sama sekali tidak mengaitkannya dengan agama. Apa yang saya katakan ini hanyalah berdasarkan filsafat dan hasil dari baca buku positif. Kita menjadi manusia sebaiknya lebih banyak action daripada pasrah. Kita bisa melakukan apa pun yang kita inginkan. Semuanya tergantung kita. Saya bukannya menentang Tuhan, saya hanya tidak percaya dengan adanya perencanaan Tuhan. Karena dengan memiliki keyakinan seperti itu, saya tidak akan menghujat Tuhan dengan mengatakan bahwa Tuhan Tidak Adil. Lebih baik tidak percaya Tuhan daripada menghujat Tuhan. Tapi intinya Tuhan tidak merencanakan apa-apa. Kita sebagai manusialah yang merencanakan dan menentukannya. Anda ingat apa itu &quot;The Law of Attraction&quot;??? Saya tidak pernah menemukan sebuah papan dilangit yang bertuliskan tentang takdir dan nasib saya. So Action and Fight...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya percaya bahwa nasib manusia ada di tangan kita sendiri. Saya sama sekali tidak mengaitkannya dengan agama. Apa yang saya katakan ini hanyalah berdasarkan filsafat dan hasil dari baca buku positif. Kita menjadi manusia sebaiknya lebih banyak action daripada pasrah. Kita bisa melakukan apa pun yang kita inginkan. Semuanya tergantung kita. Saya bukannya menentang Tuhan, saya hanya tidak percaya dengan adanya perencanaan Tuhan. Karena dengan memiliki keyakinan seperti itu, saya tidak akan menghujat Tuhan dengan mengatakan bahwa Tuhan Tidak Adil. Lebih baik tidak percaya Tuhan daripada menghujat Tuhan. Tapi intinya Tuhan tidak merencanakan apa-apa. Kita sebagai manusialah yang merencanakan dan menentukannya. Anda ingat apa itu &#8220;The Law of Attraction&#8221;??? Saya tidak pernah menemukan sebuah papan dilangit yang bertuliskan tentang takdir dan nasib saya. So Action and Fight&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on TUHAN DAN NASIB by An Naml</title>
		<link>http://stovena.wordpress.com/2008/07/09/tuhan-dan-nasib/#comment-5</link>
		<dc:creator>An Naml</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 13:19:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://stovena.wordpress.com/?p=7#comment-5</guid>
		<description>Manusia bukan merupakan makhluk pertama yang diciptakan Tuhan. 
Tuhan jelas Maha Mengetahui. Apa akibat diciptakannya makhluk bernama manusia. Tentu saja manusia diciptakan didunia ini dilengkapi dengan aturan2 yang sudah ditetapkan Tuhan. Aturan atau jalan yang ditetapkan oleh Tuhan bisa juga kita menamakan Agama. 
Namun perlu kita ketahui pula bahwa seiring dengan berputarnya waktu, banyak pula agama2 yang diciptakan oleh manusia itu sendiri.
Namun aku sebagai Muslim, sudah amat yakin bahwa agama yang benar disisi Tuhan hanya Islam. Islam merupakan agama yang sempurna dan tidak perlu diragukan lagi kebenarannya. Islam mengatur segala bentuk dan sendi kehidupan secara rinci dan jelas. Ajaran Islam juga universal. Anda bisa membandingkan ajaran Islam dengan ribuan ajaran yang ada di muka bumi ini.
Coba aja perhatikan, mulai dari buang hajat sampai tidur, makan, bersetubuh aja semua ada aturannya yang komplit. Apa ada ajaran lain yang seperti itu. Semua di Islam sudah lengkap dan sempurna. Bahkan Al-Qur&#039;an yang merupakan kitab suci dari Tuhan mengetahui apa yang mungkin dalam peradaban pada waktu kitab tersebut diturunkan manusia jelas tidak mengetahuinya.
Jadi intinya, hanya ada satu agama dan jalan yang diridhoi Tuhan, yaitu Islam.

Islam adalah agama orang-orang yang berserah diri kepada Allah dan tidak menyembah tuhan selain Allah:

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” [Ali Imran:64]

Sesungguhnya Islam sudah ada sejak zaman Nabi Adam dan Nabi Ibrahim:

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong.” [Al Hajj:78]

Sesungguhnya Ibrahim dan Nabi-nabi lainnya beragama Islam. Bukan orang yang musyrik:

“Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah : “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik.” [Al Baqarah:135]

“ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.“ [Al Baqarah:140]

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik.” [Al An’aam:161]

“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” [An Nahl:123]

Bahkan Ibrahim mewasiatkan keturunannya agar tidak mati kecuali dalam agama Islam:

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” [Al Baqarah:132]

Agama yang diridhai Allah hanya Islam:

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” [Ali Imran:19]

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [An Nuur:55]

“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” [Ali Maa-idah:3]

Tidak diterima agama selain Islam:

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali Imran:85]

Hanya Islam agama yang bersih dari kemusyrikan. Islam hanya menyembah satu Tuhan yaitu Allah. Hanya mengabdi pada Allah. Segala kebaikan kepada makhluk lain tak lepas karena cinta kepada Allah:

“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” [Az Zumar:3]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia bukan merupakan makhluk pertama yang diciptakan Tuhan.<br />
Tuhan jelas Maha Mengetahui. Apa akibat diciptakannya makhluk bernama manusia. Tentu saja manusia diciptakan didunia ini dilengkapi dengan aturan2 yang sudah ditetapkan Tuhan. Aturan atau jalan yang ditetapkan oleh Tuhan bisa juga kita menamakan Agama.<br />
Namun perlu kita ketahui pula bahwa seiring dengan berputarnya waktu, banyak pula agama2 yang diciptakan oleh manusia itu sendiri.<br />
Namun aku sebagai Muslim, sudah amat yakin bahwa agama yang benar disisi Tuhan hanya Islam. Islam merupakan agama yang sempurna dan tidak perlu diragukan lagi kebenarannya. Islam mengatur segala bentuk dan sendi kehidupan secara rinci dan jelas. Ajaran Islam juga universal. Anda bisa membandingkan ajaran Islam dengan ribuan ajaran yang ada di muka bumi ini.<br />
Coba aja perhatikan, mulai dari buang hajat sampai tidur, makan, bersetubuh aja semua ada aturannya yang komplit. Apa ada ajaran lain yang seperti itu. Semua di Islam sudah lengkap dan sempurna. Bahkan Al-Qur&#8217;an yang merupakan kitab suci dari Tuhan mengetahui apa yang mungkin dalam peradaban pada waktu kitab tersebut diturunkan manusia jelas tidak mengetahuinya.<br />
Jadi intinya, hanya ada satu agama dan jalan yang diridhoi Tuhan, yaitu Islam.</p>
<p>Islam adalah agama orang-orang yang berserah diri kepada Allah dan tidak menyembah tuhan selain Allah:</p>
<p>“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” [Ali Imran:64]</p>
<p>Sesungguhnya Islam sudah ada sejak zaman Nabi Adam dan Nabi Ibrahim:</p>
<p>“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong.” [Al Hajj:78]</p>
<p>Sesungguhnya Ibrahim dan Nabi-nabi lainnya beragama Islam. Bukan orang yang musyrik:</p>
<p>“Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah : “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik.” [Al Baqarah:135]</p>
<p>“ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.“ [Al Baqarah:140]</p>
<p>“Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik.” [Al An’aam:161]</p>
<p>“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” [An Nahl:123]</p>
<p>Bahkan Ibrahim mewasiatkan keturunannya agar tidak mati kecuali dalam agama Islam:</p>
<p>“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” [Al Baqarah:132]</p>
<p>Agama yang diridhai Allah hanya Islam:</p>
<p>“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” [Ali Imran:19]</p>
<p>“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [An Nuur:55]</p>
<p>“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” [Ali Maa-idah:3]</p>
<p>Tidak diterima agama selain Islam:</p>
<p>“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali Imran:85]</p>
<p>Hanya Islam agama yang bersih dari kemusyrikan. Islam hanya menyembah satu Tuhan yaitu Allah. Hanya mengabdi pada Allah. Segala kebaikan kepada makhluk lain tak lepas karena cinta kepada Allah:</p>
<p>“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” [Az Zumar:3]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on TUHAN DAN NASIB by Wendi Johanes</title>
		<link>http://stovena.wordpress.com/2008/07/09/tuhan-dan-nasib/#comment-4</link>
		<dc:creator>Wendi Johanes</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 11:44:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://stovena.wordpress.com/?p=7#comment-4</guid>
		<description>Saya setuju kalau ada anggapan&quot;kita sendiri yang menentukan nasib kita&quot;. Tapi setidaknya kita juga jangan tidak peduli pada Tuhan. Tapi intinya nasib kita 100% ada di tangan kita sendiri. We determine our own destiny.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju kalau ada anggapan&#8221;kita sendiri yang menentukan nasib kita&#8221;. Tapi setidaknya kita juga jangan tidak peduli pada Tuhan. Tapi intinya nasib kita 100% ada di tangan kita sendiri. We determine our own destiny.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on TUHAN DAN NASIB by stovena</title>
		<link>http://stovena.wordpress.com/2008/07/09/tuhan-dan-nasib/#comment-3</link>
		<dc:creator>stovena</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 00:37:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://stovena.wordpress.com/?p=7#comment-3</guid>
		<description>Terimakasih saudaraku atas tanggapannya, saya akan memaparkan dasar pemikiran penulisan Tuhan dan Nasib pada artikel tersendiri, mudah-mudahan sejalan dengan pemikiran saudara. Tks.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih saudaraku atas tanggapannya, saya akan memaparkan dasar pemikiran penulisan Tuhan dan Nasib pada artikel tersendiri, mudah-mudahan sejalan dengan pemikiran saudara. Tks.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on TUHAN DAN NASIB by ahmadinejad</title>
		<link>http://stovena.wordpress.com/2008/07/09/tuhan-dan-nasib/#comment-2</link>
		<dc:creator>ahmadinejad</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 03:41:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://stovena.wordpress.com/?p=7#comment-2</guid>
		<description>Memang benar nasib kita ditentukan oleh diri kita sendiri, namun pada hakekatnya semua atas kuasa Tuhan, apa mungkin kita ada di dunia ini kalau tidak Tuhan yang menciptakan kita?? 
Tulisanmu dalam blog ini bisa menyesatkan orang-orang yang lemah iman. Agama...agama ada yang berasal dari Tuhan ada pula yang merupakan buah pikiran manusia sendiri. Banyak pula agama yang dari Tuhan namun sudah dikotori oleh tangan manusia sehingga agama tersebut sudah tidak murni lagi ajaran-ajarannya.
Hanya agama ISLAM yang merupakan agama samawi (yg berasal dari Tuhan) yg dijamin kemurniannya sampai akhir dunia ini.
Tuhan memberikan 2 jalan, terserah manusia itu sendiri yang menentukan nasibnya. Dia menginginkan jalan selamat atau jalan celaka...?????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang benar nasib kita ditentukan oleh diri kita sendiri, namun pada hakekatnya semua atas kuasa Tuhan, apa mungkin kita ada di dunia ini kalau tidak Tuhan yang menciptakan kita??<br />
Tulisanmu dalam blog ini bisa menyesatkan orang-orang yang lemah iman. Agama&#8230;agama ada yang berasal dari Tuhan ada pula yang merupakan buah pikiran manusia sendiri. Banyak pula agama yang dari Tuhan namun sudah dikotori oleh tangan manusia sehingga agama tersebut sudah tidak murni lagi ajaran-ajarannya.<br />
Hanya agama ISLAM yang merupakan agama samawi (yg berasal dari Tuhan) yg dijamin kemurniannya sampai akhir dunia ini.<br />
Tuhan memberikan 2 jalan, terserah manusia itu sendiri yang menentukan nasibnya. Dia menginginkan jalan selamat atau jalan celaka&#8230;?????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
